6 Cara Efektif dan Alami Memutihkan Kaki Agar Tampak Indah

Paparan sinar matahari, polusi, sirkulasi darah yang buruk, kondisi cuaca ekstrem, penggunaan bahan kimia, kekeringan, dan gesekan bisa menyebabkan kulit kaki menjadi gelap. Hal itu tentu dapat merusak penampilan.

Ada beberapa bahan alami yang bermanfaat untuk mengusir masalah kaki gelap. Berikut ini di antaranya :

#Scrub lemon dan gula
Scrub merupakan salah satu cara menyingkirkan kegelapan pada kaki. Rendam kaki dalam air hangat. Lalu, potong lemon menjadi dua bagian dan sebarkan pula pada punggung kaki. Gosok kaki yang gelap selama 5 menit. Bilas kaki dan maksimalkan dengan krim pelembap.

#Rendaman susu
Asam laktat dalam susu membantu memperbaiki tekstur kulit. Metode ini tidak hanya mencerahkan kulit, tapi juga membuat kulit lembut dan halus. Tambahkan kelopak mawar ke dalam rendaman susu dan rendam kaki Anda.

Cara Memutihkan Kaki

#Tepung
Campur tepung dengan jus tomat, jus lemon, dan jus mentimun. Oleskan campuran ini ke kaki, lalu gosok dengan lembut dan bilas.

#Cuka sari apel
Vitamin dan mineral yang terkandung dalam cuka sari apel dapat membantu mengusir kaki gelap dan membuat kulit lebih cerah. 

#Minyak zaitun dan gula
Campuran minyak zaitun dan gula adalah kombinasi terbaik untuk mengusir sel-sel kulit mati di kulit kaki. Campur minyak zaitun dengan gula dan gosokkan pada kulit kaki.

#Baking soda dan susu
Campur baking soda dengan segelas susu. Oleskan dan biarkan selama beberapa waktu, kemudian bilas.

#Krim moel
Krim moel merupakan pemutih herbal alami yang dapat membantu memutihkan serta mencerahkan kulit kaki dengan efek anti wrinkle yang bisa memberikan efek elastisitas pada kulit. Rutin menggunakannya maka akan tampak perubahannya .

Cara Mengecek Apakah Tubuh Kita Kurang Tidur?

Susah tidur adalah hal yang paling menyebalkan. Apalagi ketika Anda telah menjalani hari yang berat, keinginan untuk beristirahat pasti menjadi tujuan utama saat sampai ke rumah.

Tapi, Anda hanya bisa berbaring di atas tempat tidur, tanpa bisa terlelap, sungguh mengesalkan. Namun, tahukah Anda bahwa 1 dari 3 manusia mengalami gangguan tidur yang berat? Kebanyakan dari manusia hanya mendapatkan 6 jam tidur di malam hari, padahal dibutuhkan 8 jam untuk kualitas tidur yang baik.

Jika Anda juga mengalami masalah susah tidur ini, melakukan yoga untuk penderita insomnia mungkin menjadi salah satu cara. Namun, bagi Anda yang tidak masalah untuk terlelap, namun tidak mendapatkan tidur yang nyenyak, sebaiknya ketahui apa yang salah dari pola tidur Anda.

Gangguan tidur tak hanya merusak mood seseorang, namun masalah ini dapat membuat seseorang menjadi susah fokus. Selain itu, problema ini dapat merujuk pada penyakit kesehatan seperti obesitas, diabetes dan gangguan jantung. Namun, bagaimana cara mengetahui apakah Anda kurang tidur atau hanya kelelahan?

Menurut ahli, yang Anda butuhkan hanya sendok dan nampan logam untuk mengetahuinya. Penelitian yang dilakukan di Amerika ini dapat menunjukkan apakah Anda menderita gangguan kurang tidur.

Yang harus Anda lakukan adalah berbaring di ruangan yang sunyi dan gelap pada siang hari. Genggam sendok di tepi tempat tidur. Lalu, letakkan nampan logam di lantai bawah tempat tidur Anda, dan pejamkan mata. Tes ini dirancang untuk mengetahui apakah Anda dapat tertidur, dan jika ya, seberapa cepat Anda hanyut dalam tidur Anda.

Begitu Anda tertidur, sendok tersebut akan terlepas dari jari Anda yang lama-kelamaan tak berdaya, dan terjatuh di nampan logam sehingga menimbulkan bunyi gaduh. Bunyi tersebut dapat membangunkan Anda, kecuali jika Anda adalah orang yang dapat cepat tertidur lelap.

Segera setelah terbangun, Anda harus mengecek jam dan melihat berapa lama Anda terhanyut hingga akhirnya tertidur. Jika Anda dapat pergi tidur dalam waktu 5 menit, berarti Anda mengalami gangguan kurang tidur yang parah, cobalah rutin minum ion kalsium InfinyCal. Sedangkan jika Anda menjatuhkan sendok dalam waktu 10 menit, Anda mengalami gangguan untuk bisa tidur nyenyak. Dan bila Anda terlelap lebih dari 15 menit, itu tandanya tubuh Anda baik-baik saja.

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu

Ciri Ciri dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu. Penyakit usus buntu terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan, atau dalam istilah medis disebut Apendisitis. Usus buntu sediri merupakan bagian usus normal yang memiliki bentuk seperti cacing sehingga disebut juga dengan umbai cacing. Nama usus buntu sendiri merupakan istilah yang menggambarkan bahwa usus itu memang memiliki ujung yang buntu, tidak seperti usus lainnya yang ujungnya berlubang sampai anus.

Usus buntu terletak di perut bagian kanan bawah. Ketika terjadi radang, usus buntu akan membengkak, penuh dengan nanah yang terdiri dari bakteri dan sel-sel mati sebagai akibat dari infeksi. Jika penyakit radang usus buntu tidak diobati, maka usus buntu bisa semakin membengkak dan akhirnya bisa pecah (meledak), dan membuat isinya menyebar ke seluruh rongga perut sehingga berpotensi menyebabkan infeksi yang luas dan mengancam nyawa.

Maka sangat peting untuk mengetahu ciri-ciri atau gejala awal penyakit usus buntu, dan ketika itu Anda alami maka harus segera mencari pertolongan medis untuk penanganan yang lebih awal dan tepat guna seperti misalnya minum ion kalsium InfinyCal


Dan ketika terjadi radang usus buntu, maka gejala awal yang muncul adalah

- Sakit perut. Sakit perut dimulai pada daerah tengah atau sekitar pusar yang terasa hilang timbul. Dalam hitungan jam, rasa sakit ini perlahan-lahan bergerak ke bagian perut kanan bawah perut dan cenderung fokus pada tempat yang disebut dengan titik McBurney, lokasi di mana usus buntu berada.
- Rasa mual ingin muntah bahkan sampai muntah
- Badan terasa meriyang
- Nafsu makan hilang
- Diare
- Sembelit
- Demam dengan suhu tubuh meningkat disertai wajah memerah
- Perut kembung dan susah untuk buang gas (kentut)
- Perut bagian kanan bawah akan terasa sakit bila ditekan, dan rasa sakit akan semakin terasa sesaat setelah tekanan dilepaskan, kondisi ini disebut dengan “nyeri lepas” atau “rebound tenderness”

Demikian tadi gejala awal radang usus buntu yang bisa dideteksi sedini mungkin. Selalu jaga kesehatan dan waspada terhadap diri.