Akibat Onani yang Sebenarnya

Akibat Onani yang Sebenarnya

Sering melakukan onani? dan ingin tahu Akibat Onani yang Sebenarnya. Onani bukan hanya aktivitas sebagian para jomblo atau single. Sejumlah cowok atau cewek yang sudah menikah ternyata juga melakukan aktivitas itu. Sehatkah atau ada dampak akibat dari onani?

Aktivitas onani sendiri memang memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan seperti membantu meningkatkan kualitas tidur, meredam stres, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, dan meningkatkan produksi endorfin.

Namun, di balik manfaatnya, masturbasi atau onani juga menyimpan efek negatif. Seperti dikutip dari berbagai sumber, onani yang tak dilakukan secara moderat bisa menyebabkan jerawat, kemandulan, kebutaan, hingga gangguan mental loh.


img on info-asik.com

Ada baiknya kamu mengetahui beberapa hal lain mengenai Akibat Onani yang Sebenarnya.

1. Ejakulasi Dini
Terlalu sering onani menyebabkan ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga akan memakan waktu lama. Bagi cowok yang onani beberapa kali sebelum berhubungan intim, akan sulit mencapai klimaks. Masalah lain yang timbul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan orang lain, dan lebih akrab dengan sentuhan diri. Terlalu sering melakukannya juga dapat memicu kulit lecet, pembengkakan organ intim  karena tidak menggunakan pelumas.

2. Rasa bersalah
Akibat onani dapat mempengaruhi psikis. Banyak orang merasa malu dan bersalah setelah melakukannya karena terbentur nilai-nilai budaya, agama atau moral. Tarik menarik antara kesenangan dan menahan diri berdampak pada harga diri, rasa percaya diri dan cinta. Perasaan bersalah dapat memicu efek psikosomatis seperti sakit kepala, sakit punggung, dan sakit kronis.

3. Masturbasi kronis
Onani kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski akibatnya pada setiap orang berbeda, terlalu sering onani dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.
Onani berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan onani sebaiknya hentikan aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

4. Onani kompulsif
Onani ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian cowok yang melakukan kegiatan onani enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya. Onani kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

Dari ke empat poin diatas yang kami simpulkan dari Akibat Onani yang Sebenarnya bahwa melakukan aktivitas onani memang menyenangkan dan berperasaan 'lega'. Tapi dampak dari onani juga sebenarnya menakutkan bukan? Semoga bermanfaat bagi kita.
Yuk dapatkan update info asik dan menarik dengan cara Like Facebook Fanpage dan Follow Twitter serta masuk di lingkaran saya di Google+.


Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Yuk : »

Tags |